Rasa-rasanya sudah menjadi rahasia umum bahwa di setiap pemilihan kepala desa, entah desa manapun itu, selalu ada tangan uang yang berbicara. Karenanya saya agak ragu mencalonkan diri tahun lalu, sebab saya enggan jika harus mengumpulkan dana untuk dibagikan pada warga agar mau memilih saya.
Keraguan saya baru menghilang perlahan setelah seorang anggota keluarga memperkenalkan saya pada Ustadz Masrukhan, seorang konsultan spiritual yang juga merupakan pimpinan Asosiasi Parapsikologi Nusantara. Beliaulah yang selanjutnya membekali saya dengan Cincin Sulaiman sebagai pegangan sekaligus memantapkan niat saya untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa.
Ustadz Masrukhan berkata pada saya bahwa sebenarnya rakyat sekarang sudah jauh lebih pintar. Masyarakat tahu bahwa calon pemimpin yang rela mengeluarkan uang sogokan adalah calon pemimpin yang akan menggerogoti uang mereka ketika menjabat nanti. Masyarakat juga tahu bahwa kemampuan seseorang untuk memimpin dan wibawanya di depan publiklah yang lebih menentukan sebaik apa calon pemimpin mereka tersebut.
Demi memunculkan jiwa kepemimpinan dan meningkatkan wibawa inilah saya kemudian disarankan untuk memakai Cincin Sulaiman. Benar saja, bermodalkan kepercayaan masyarakat yang berhasil saya dapatkan perlahan-lahan bersama Cincin Sulaiman, akhirnya saya berhasil menduduki kursi kepala desa tanpa perlu membuang-buang uang dan membayar sogokan di sana-sini.
Ternyata masyarakat memang tidak bodoh, dan tidak semestinya pula masyarakat dibodohi oleh pemimpinnya. Saya sungguh berharap dapat menjadi kepala desa yang baik dan menjadi panutan bagi mereka yang kepentingannya saya wakili.
Hamba Allah – Sulawesi
(Ket: Nama dan alamat dirahasiakan atas permintaan pengirim testimoni)