Sebelum kebanjiran order sebagai pembawa acara seperti sekarang, saya sempat menjadi orang yang paling tidak bisa berbicara di depan publik, apalagi membawakan acara peresmian atau pesta rakyat di tengah alun-alun kota. Tapi kini berbicara di depan banyak orang sudah menjadi makanan dan pekerjaan saya sehari-hari.
Bagaimana ceritanya hingga perubahan ini bisa terjadi? Mudah saja, kemampuan saya untuk membawa diri di atas panggung mulai muncul sejak saya mengenakan Cincin Sulaiman dari Asosiasi Parapsikologi Nusantara. Bagi Anda yang mungkin belum pernah mendengar namanya, Asosiasi Parapsikologi Nusantara merupakan sebuah institusi non-formal pengkaji fenomena-fenomena spiritual dan supranatural yang dibentuk dan dipimpin oleh Ustadz Masrukhan.
Meskipun berukuran mungil dan sepintas lalu tampak seperti sebuah cincin logam penghias jari biasa, kenyataannya Cincin Sulaiman memiliki manfaat luar biasa. Keberanian saya untuk berdiri di depan khalayak ramai muncul perlahan, disusul kecakapan mengolah kata dan menarik simpati para partisipan yang acaranya saya bawakan.
Perubahan-perubahan inilah yang kemudian memantapkan niat saya untuk menjadikan profesi pembawa acara sebagai mata pencaharian yang mendatangkan hasil lebih dari sekedar lumayan. Semoga tak lama lagi saya akan mampu merambah layar kaca dengan bakat dan kemampuan ini. Amin.
A. V. – Bandung